Bukan bagaimana nanti. Tapi bagaimana sekarang kita mengahadapi hari untuk hari nanti. Bukan soal nanti yang indah. Tapi soal jerih payah hari ini. Soal mengatasi lelahnya proses ini. Soal mengatasi segala rintangan yang ada. Soal tersenyum diselip selip keperihan. Soal bertahan diantara tusukan duri. Semua bagaimana niat. Semua bagaimana kita, semua butuh semangat. Semua harus ada tujuan. Memang ini bukan yang terlalu kita inginkan tapi inilah yang terbaik, hal yang terbaik dari kesalahan yang lalu yang tak punya arah. Sekarang sudah terseret-seret ombak. Sekarang sudah terlampaui badai yang kencang yang mungkin lama berlalu. Sekarang harus dapat mengatasi keputusan yang sudah ditentukan... semangat adalah hal yang utama. Semangat yang dapat membakar keadaan buruk ini. Keadaan terpuruk ini. Aku percaya hal itu akan terjadi. Dimulai dari hari aku memikirkan ini. Tapi tak semudah mengedipkan mata. Allah juga ingin tahu seberapa besar semangat ini... geram aku cukup geram.... Allah ku mohon bantu aku. Allah tuntun aku. Allah bersama ku. Allah tolong. Hanya bersamaMu yaRabb sang Maha Pengasih ...
Jumat, 29 Juli 2016
Bimbang
Pernahkan merasa diantara kedua pertimbangan. Pernahkah bimbang dan tak menentu arah?
Aku percaya tidak ada keputusan yang paling tepat. tak ada hal yang paling baik ketika berada dikedua pertimbangan ini.
Sepertinya menimbang nimbang hanya menghabiskan waktu. Kebimbangan ini hanya kegelisahan yang fana.
Yang terpenting adalah melihat efek sampingnya. Bukan,bukan efek dari epidusin.. tapi efek dari kedua pertimbangan ini. Bagaimana dapat menjalani efek ini setelah memutuskan. Keputusan yang begitu berat.
Semuanya beresiko. Tak ada yang lebih baik selain berpasrah kepada Mu. Tak ada yang lebih indah selain mentunkan hati ini pada Mu.
Tenang saja ini bukan soal bingung ingin melabukan hati kepada siapa. Ini hanya urusan duniawi yang membingungkan...
Kamis, 14 Juli 2016
Masa Lalu
Banyak hal yang terjadi sebelum hari ini berlangsung. Adanya kita dihari ini karena adanya hari kemarin. Mengapa ada hari kemarin? Karena untuk hari ini.
Banyak jejak-jejak yang ku tinggalkan dihari yang lalu. Masa lalu... Bagaimanapun masa lalu memang tetap masa lalu. Tapi kita semua tak dapat terlepaskan oleh masa yang sudah lalu. Meski hidup kedepan. Bukan kebelakang. Tapi ingat, tak akan ada kita hari ini jika tak ada hari kemarin. Maka berterimakasihlah dengan masa lalu. Masa yang mungkin akan kau tinggalkan selamanya.
Merenungkan masa lalu begitu kotornya diri ini. Meski masa kini aku masih jauh dari bersih. Mengenang masa lalu dapat membuat kita bersedih telah melakukan hal bodoh. Meski saat ini kita belum pintar juga. Mengingat masa-masa itu banyak orang berperan disana hingga kini mengalami proses ini. Terimakasih semua. Yah terutama kamu. Kamu yang mungkin tak pernah menyadari bahwa kamu saat berperan besar dalam proses ini. Terimakasih. Lewat kamu Allah titipkan hidayahNya. Pertemuan kita dimasa itu tak akan sia-sia. Meski kini membekas luka.
Masa lalu, ku mohon kau jangan kembali cukup hadir untuk dikenang. Cukup hadir sebagai pembelajaran saja. Cukup hadir sebagai adanya masa kini. Hari ini.
Apa kabar?
Apa kabar wahai dirimu yang telah bertemu dengan bidadari surga mu?
Bagaimana rasanya? Indah?
Sedang apa sekarang? bersama-sama mencari ridho Allah?
Apa kabar wahai dirimu yang telah bertemu kekasih halal mu? Bagaimana kekasih halal mu? Bahagia telah bersama mu?
Mengikhlaskan mu tak semudah membalikan telapak tangan. Mungkin kau tak pernah tau betapa perihnya luka ini. Jangan!! Jangan sampai kau rasakan perihnya ini. Perih yang tak dapat diobati dengan plester atau betadine.
Iya aku tahu. Bukan dirimu. Iya bukan kamu yang akan mendekatkan ku kesurganya. Bukan dirimu.. namun sakit ini masih terasa. Luka ini belum sembuh..
wahai seseorang yang telah Allah janjikan untuk ku. Maafkan aku telah menyimpan hati ini untuk orang lain. Aku sedang berusaha. Berusaha untuk tetap menunggu mu. Aku sedang bersi keras untuk menanti mu. Aku tetap menanti mu. Apa kabar mu? Apakah kau sedang patah hati juga?
Jumat, 08 Juli 2016
PATAH
Aku tak dapat mendeskripsikan seperti apa rasa sakit ini, sulit. Hati ini kacau...
Sunyi.. telinga ku sunyi dari bisingan tentang diri mu yang ingin melepas kelajangan mu. Melayang.. pikiran ku melayang jauh dari apa yang dipikirkan orang-orang ini. Kosong... mata ku kosong dihapadan orang-orang yang berbahagia membicarakan hari pernikahan mu, tentang calon mu yang bukan aku..
Aku tahu kau tak pernah menitipkan hati mu pada ku. Akupun tahu kau tak pernah memberikan ku harapan tentang dirimu akan bersama ku. Aku tahu kau tak pernah berucap janji manis sedikitpun. Kau hanya titipkan senyum dan sapaan hangat saat kita bertemu. Dan hanya bertanya kabar saat kita tak lama bertemu melalui medsos, sapaan kabar yang wajar bagi teman lama yang tak bertemu. Pertemuan kitapun tak begitu akrab.
Aku yang terlampau jauh menyimpan hati ini untuk mu, untuk mu yang tak pernah memberi harapan. Aku yang terlalu berharap... Aku yang terlalu dalam menyimpan sapaan dan senyuman hangat mu. Aku yang begitu amat menunggu mu.. aku melapaui batas untuk mempersiapkan diri bersama mu hingga akhirnya kau memang bertemu bidadari surga mu.
Aku yang salah karena mengharapkan ketidak pastian? Aku tak ingin disalahkan... kita tak pernah salah. Kau dan aku tak pernah salah.
Saat cinta tak dapat dikatakan sebelum akad terlaksana maka disini ada hati yang membara menyimpan rasa dalam-dalam.
Ketika cinta tak dapat terucap sebelum SAH bergema maka itulah yang membuat ku menyimpan rasa ini dalam-dalam. Berharapa dalam-dalam begitu dalam. Sampai aku lupa aku akan patah begitu dalam.
Aku yang mulai bermain-main dengan rasa ini, aku yang menaruh harapan ini sendiri. Aku yang terlampau jauh memantaskan diri akan bersama mu kini sedang memendam patahan hati...
Mungkin ini yang Allah katakan pada surat Al-insyirah pada ayat terkahir "Maka Kepada Tuhan Mu-lah hendaknya kamu Berharap" aku terlalu mengharapkan kamu sampai aku lupa ada Allah Yang Mengetahui apa-apa yang hambaNya tidak ketahui. Aku terlalu berharap kamu, hanya kamu yang aku harapkan. Padahal Ada Allah, semua tinggal diserahkan kembali pada sang pemilik hati. Aku lupa ya Rabb, aku terlalu sombong menguatkan segala doa dan usaha memperbaiki diri agar dapat bersanding dengannya. Aku begitu hina... keistiqomahan ku selama ini hanya berharap jodoh yang sebanding. Padahal ALLAH lebih megetahui dari apa yang aku ketahui. Dan bisa saja apa-apa yang baik bagi ku belum tentu baik bagi Allah dan sebaliknya... Ampuni aku yaRabb....
Banyak hikmah dalam heningan seketika ini, dalam mata yang memendung air. Banyak yang aku lupakan. Terutama tentang kesombongan diri ku untuk memantaskan diri bersanding dengannya. Berharap Allah membalas usaha ku dengan mudah. Padahal Allah ingin menguji "untuk siapakah aku berbenah diri?" Untuk mengejar jodoh atau mengejar ridho Allah. ASTAGFIRULLOH... ampuni dosa hamba yaAllah. Begitu kotor niat ini, begitu busuk hati ini.
Biarkan aku berlari dari keramaian ini. Menangisi kebodohan ku. Kebodohan diri ku yang hanya berharap jodoh yang baik tapi lupa mencari ridho Ilahi...
Lantas, aku tetap berbahagia dalam luka ini atas pernikahan mu. Semoga diri mu dapat membina keluarga sakinah-mawaddah-warohmah.
Selasa, 22 Maret 2016
Rangkul Aku
Manusia adalah tempatnya lupa dan salah. Manusia memang difitrahkan dalam hal tersebut.
Apalagi lupa. Lagi shoum aja bisa lupa. Toh Allah Maha Tahu jadi kalo shoum terus lupa yah lanjut aja. Mau gimana kan namanya juga lupa.
Karena hal itulah makanya Allah ciptakan manusia berpasang-pasangan. Allah ciptakan manusia bersuku-suku. Bukan hanya itu saling berpasangan. Manusia lain diciptakan untuk saling mengingatkan. Untuk saling berangkulan untuk menuju surgaNya.
Apalagi kalo belajar soal aqidah. Yang menyatakan bahwa islam adalah jamaah, hal ini menunjukan bahwa kita tidak bisa menjalankan syariatnya dengan sendiri. Harus bersama-sama. Sama-sama mencari ridhoNya. Sama-sama menuju surgaNya. Hal itulah untuk saling mengingatkan.
Justru hal inilah. Karna hal inilah. Wahai shalihat. Ingatkanlah aku dalam salah ku. Ingatkanlah aku dari kotornya hati ini. Ingatkanlah aku dari hinanya mulut ini. Ingatkan aku dari dengkinya mata ini. Ingatkan aku dari busuknya telinga ini. Aku tak akan marah. Aku tak akan murung. Tegur aku ketika aku memang tak lagi berjalan bersama mu. Tegur aku ketika aku mulai lari dari kebenaran. Jagalah aku, tutupilah aib ku... Seret aku jika perlu.. aku ingin kita dapat berkumpul di surgaNya bersama😘
Minggu, 03 Januari 2016
Takdir
Setelah berpuluh-puluh abad gak pernah posting alhamdulilah ada waktu buat posting yang coba direnungin deh. Banyak hal yang bukan cuma kebetulan tapi memang takdir. Yang bisa kita ambil hikmahnya. Ini sebagian kecil hikmah yang bisa diambil dari perjalanan hidup ku. Yang mungkin bisa buat temen-temen berfikir ada banyak hikmah dibalik secuil peristiwa hidup kita.
Yang pada awalnya gak pengen masuk SMA negri rasanya pengen balik lagi ke pondok rasanya gak nyaman. Rasanya gak ada yang bisa ngerti kita. Rasanya sulit beradaptasi. Itu bukan kebetulan tapi emang udah takdir yang harus diambil hikmahnya sangat dalam. Dari sana alhamdulilah bisa bertemu wanita-wanita yang menginspirasi. Buat pribadi ini jadi lebih mengerti perbedaan. Bukan mencoba dimengerti tapi mengertilah hal ini bukan sekedar kebetulan. Dimana dipertengahan masa SMA umi harus jatuh sakit dan alhasil gak bisa lagi cuek-cuek sama urusan rumah dan aku harus belajar masak. Karna juru masak lagi sakit. Hmm bukan kebetulan ini takdir. Ini hikmah ibrah yang bisa diambil. Kalo aku jadi masuk pondok (lagi) siapa yang ngurusin ini itu dirumah. Sayap rumah ini lagi tumbang.
Kadang suka merasa kenapa harus begini. Kenapa harus aku. Atau sampai kapan begini.. hft itu takdir gak ada yang bisa merubah kecuali doa dan usaha sebelum semua hal berubah dari apa yang kita inginkan semua ada pelajaran yang bisa dipetik. Pernah ikut kajian dan ada seseorang yang mengatakan "kamu nggak akan pernah marah sama suatu keadaan yang udah Allah tentuin kalo kamu beriman" ini kata-kata paling menusuk hati. Brati kalo aku tanya MENGAPA SEMUA BEGINI? atau kenapa harus begini tandanya bisa dipertanyakan keimanan ini..
Ada banyak hal dihidup ini yang emang Allah takdirin buat aku itu adalah jalan yang amat sangat terbaik.
Contoh lainnya. Waktu telat bangun pagi dan harus tergesa-gesa masuk sekolah dan akhirnya dihukum karena terlambat. Itu bukan hal yang disengaja untuk terlambat bahkan sengaja ingin dihukum. Ternyata ada seseorang yang sengaja dateng kesekolah pagi-pagi buat nganterin sesuatu yang bukan karena aku kepengen tapi itu karena sesuka hatinya. Ini rencana Allah yang sangat baik karena aku gak bertemu. Karena Allah emang gak menakdirkan untuk bertemu.
Gak ada sesuatu yang kebetulan. Percaya deh. Kaya sekarang jadi mahasiswa kebidanan disalah satu insitusi yang awalnya cuma nyoba-nyoba dan gak kepengen banget jadi bidan. Yang awalnya cuma nyoba karena nurutin kata orang tua. "Coba aja. Kerjanya gampang dan blabla.."
Banyak hikmah yang diambil dari masuk insitusi ini padahal baru semsester 3. Meski kadang suka ngeluh gak kuat nugas atau buat laporan yang seabrek.
Hal sepele yah. Hikmahnya aku jadi ngerti jalan dijakarta wkwkw. Bolak-balik jakarta-bekasi kadang buat aku miris liat orang-orang yang berkerja keras untuk hidupnya atau orang-orang yang diperbudak sama perusahaannya. Naik kereta atau bus lari-lari bertaruh nyawa atau dempil-dempilan agar cepat bertemu keluarga dan melepas lelah dirumah. perempuan berkakirir?? banyak banget. Sampe pada pura-pura tidur atau terlelap letih kalo ada wanita hamil semuanya tidur. Kasian bumilnya atau ibu-ibu yang bawa debay. Atau melihat para pengamen jalanan yang bertaruh hidup dikota keras. Atau naik gojek pulang kebekasi atau nebeng temen hmm banyak banget orang yang bertaruh nyawa dengan motornya dijalanan.. banyak hikmah yang bisa dipetik dari yang mungkin sepele. Hikmahnya bersyukur. Gak ada yang pernah tau selamat atau tidak dijalanan. Berdoa minta dijaga sama Allah untuk selalu beri kita keselamatan dan kesehatan untuk mampu berpijak lebih lama di bus atau kereta hehe.
Hikmah lainya bisa bertemu dengan 39 wanita tangguh. Wanita yang udah Allah gariskan tangannya untuk membantu malaikat-malaikat kecil atau penghuni baru dunia. Mereka biar ngeselin juga susah bareng nangis bareng. Sharing bareng. Isi kepala yang kadang gak bisa dimengerti. Lagi-lagi hikmahnya adalah mengerti jangan selalu ingin dimengerti. Ketemu dosen-dosen hebat penginspirasi hidup. Yang matanya berbinar dan merasa aku dekat untuk mengelilingi dunia. Untuk mengenggam dunia. Yang mengajarkan bahwa menolong sesama balasannya bukan cuma dunia tapi akhirat. Yang buat kadang lebih ngerti konsep ikhlas dan sabar.
Ketemu pasien!!!! Ini adalah hikmah terbesar. Rasa yang kadang buat aku selalu pengen bersyukur atas karunia Allah. Pertama kali ketemu pasien di ruang perawatan anak disalah satu rumah sakit pemerintah. Keluhannya macem-macem. Cuma mata ini yang menjadi saksi. Getaran hati menyentuh tangisan ibu yang gak tega liat anak bayinya mesti di infus. Atau gak tega liat anaknya harus masuk selang Ngt. Atau... gak tega liat anaknya harus masuk rumah sakit. Terus beriringnya waktu semua itu bener-bener gak ada yang kebetulan bisa sharing sama kaka-kaka perawat yang emang udah kerja atau sharing ketemu mahasiswa lain atau coas. Semuanya lengkap. Paket kumplit banget kalo udah ketemu pasien. Hft..
Hal indah lainnya adalah ketika ketemu pasien yang bahagia plus seneng dengan kehadiran malaikat kecil barunya yang menghiasi rumah tangga mereka. Bener-bener bakal bersyukur banaget sekarang. Atau makin bersyukur karena betapa dasyatnya ngeliat proses persalinan. Dan betapa indahnya melihat proses persalinan yang didampingi oleh suaminya atau ibunya yang kadang ada rasa pengen cepet berkeluarga aja hehehe. Salah fokus yah. Mohon maaf. Yah banyak hal yang harus kita syukuri ketika bertemu pasien yang sudah hamil seumuran aku. Rasanya sedih. Diseusia ku yang harusnya kuliah ini malah hamil karena tuntunan ekonomi atau budaya setempat. Bersyukur-bersyukur. Gak ada kata lain yang terbaik selain hal itu. MAKASIH YARABB.
Semoga aku selalu diberi kekuatan yang tak terhingga untuk selalu menyambut takdir atau ketetapan Mu yang lain. Tolong yaAllah bantu aku untuk sedikit mengeluh bahkan jadikan lah aku hamba Mu yang tak pernah mengeluh. Tak ingin mengeluh. Yang selalu ingin bersyukur.
Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi setiap peristiwa kecil atau besar atau hal-hal yang mungkin kita anggep sepele. 😊☺😀😁😂😃😄
Aku Ingin Jatuh Cinta
Cinta adalah pembahasann yang tidak pernah punah dari media sosial. Sejenak atau hanya sekedar memulai basa-basi. Dari yang menggebu-gebu sampai yang patah karenanya.
Jangan jadikan Kasih dan cinta kotor untuk membunuh nafsu kita semata. Karena ia begitu suci.
Karena hal itu ya Rabb Bendunglah hati ini. Wahai Allah sang pemilik hati. Ajarkan aku cinta yang hakiki. Cinta yang tidak Kau murkai. Cinta yang tulus. Cinta yang Engkau ridhoi. Cinta yang mendekatkan aku pada Mu dan Surga Mu..
Wahai Engkau sang pemilik hati jatuh cintakanlah aku pada saat yang tepat. Pada waktu yang telah kau tetapkan di lauhul mahfudz. Pada orang yang telah Engkau tentukan. Benihkanlah rasa itu disaat SAH sudah menggema. Buanglah rasa itu dari orang yang salah. Jauhkanlah rasa itu dari orang tak tertulis namanya dilauhul mahfudz...
Wahai Engkau Sang Pencipta hati. Dekatkanlah aku pada orang yang Engkau tulis namanya. Permudahlah langkahnya untuk menggapai ridhoMu. Permudahlah segala aktifitasnya untuk menjemput ridhoMu. Yakinkanlah hatinya untuk selalu menjaga hingga waktu yang telah Kau tetapkan dalam lauhul mahfudz Mu.. yakinkanlah pikirannya untuk selalu berbenah diri. Wahai Rabb ingatkan ia bahwa aku juga selalu berusaha berbenah diri.
Wahai dirimu yang entah siapa nama mu pun aku tak tahu. Wahai diri mu yang aku yakini bahwa Allah akan pertemukan kita diwaktu yang tepat. Dihari yang indah.. yang sudah direncanakan jauh sebelum kita lahir kedunia ini. Bersabarlah dan tetaplah istiqomah. Tetaplah teguh menjaga hati Mu. Tetaplah kau yakini bahwa aku disini juga sedang berbenah diri. Aku menunggu mu wahai orang yang telah Allah pilih untuk bersanding dengan ku nanti....