Senin, 13 Maret 2017

AKU KELIRU

"Jangan pernah kamu meminta untuk bersabar maka Allah akan ajari kamu bersabar lewat ujian-ujian yang akan kamu hadapi"

Selama ini yang aku tahu, aku selalu meminta kepada Allah agar selalu diberi kesabaran dan ketabahan yang luas. Seluas samudra Allah. Bahkan aku selalu meminta untuk selalu diberi kesabaran yang tak terhingga. Sebagai manusia yang lemah, bodoh, tak berdaya aku hanya meminta segala kekuatan dari Yang MAHA KUAT. 
Aku rasa selama ini aku masih selalu tidak mampu untuk berpijak tegak dalam ujian-ujian yang Allah berikan kepada ku. Aku selalu merasa miskin kesabaran. Maka aku selalu meminta kekuatan kepada Allah, agar Allah beri aku kekuatan-kekuatan yang tak terhingga. Tiada batasnya. 

Namun, ketika kutipan kata diatas terlintas dalam telinga ku mungkin selama ini aku keliru. Aku selalu meminta kesabaran kepada Allah maka Allah akan uji aku dengan ini dan itu sehingga kesabaran akan muncul dengan sendirinya. 
Yang benar adalah kita memang harus dituntut untuk sabar dalam segala ujian yang Allah berikan kepada kita, namun jangan pernah meminta untuk bersabar maka Allah akan berikan kita ujian terus menerus karena media test terbaik kesabaran adalah sebuah ujian. Ketika kita meminta kepada Allah sebuah kekuatan maka Allah akan berikan kita rintangan karena rintangan adalah media test terbaik untuk menguji sebarapa kuat kita. Setelah hal-hal tersebut terlewati maka kita tak akan pernah sadar sudah seberapa sabar kita menghadapi ujian tersebut, dan terlewati begitu saja kalau sesungguhnya kita memang mampu dalam menghadapi ujian tersebut. 

Memang tidak pernah salah dalam kita meminta untuk selalu bersabar tapi ingat media yang paling pas untuk menguji kesabaran kita adalah sebuah ujian maka dari itu memintalah agar diberikan kebahagian di dunia juga di akhirat. Terlepas selama kehidupan tidak mungkin tidak ada jalan yang berliku, tidak mungkin ada kehidupan yang mulus. Karena semua ujian yang kita hadapi adalah bumbu-bumbu kehidupan untuk membuat kita lebih tangguh dan menguji kita seberapa tangguh. 

Satu hal yang aku kelirukan adalah ketika aku patah arah dalam menghadapi ujian ketika aku sendiri meragukan kebsesaran Allah, meski saat ini aku belum melihat secara nyata apa yang Allah rencanakan dibalik kepiluan selama ini, Aku benar-benar keliru, aku terjebak dalam pertanyaan "masih kah aku benar-benar beriman?" Aku benar-benar meragukan kebesaran Allah
Perjalanan religius yang sanagat panjang yang aku jalani yang entah bagaimana hal ini akan berakhir, entah apapun nanti dari ending perjalanan ini maka hal itulah yang terbaik. Sekarang aku hanya mampu "MEMPERCAYAI" kebesaran Allah dan segela "KETENTUANNYA" adalah yang terbaik. Hanya percaya tanpa ikhtiar juga adalah hal yang tak ada gunanya tapi diposisi sekarang tak banyak yang bisa aku lakukan selain tetap menyimpan Allah sebagai urutan pertama sebagai tempat curahan dalam menghadapi kepilauan ini. 

Ketika kalian sedang di uji dan sudah merasa tidak mampu lagi dalam menghadapinya maka liriklah kebelakang perjuang Rasullulloh dalam dakwahnya pada tahun ke-11 beliau ditimpa musibah dimana-mana sampai dikatakan Amul hazn atau tahun kesedihan namun beliau tetap kokoh dan bersemangat dalam jalan dakwahnya. Ketika membaca kisah Nabi Nuh alaihissalam 500 tahun perjalanan berdakwahnya tetap dalam keadaan semangat. atau kita lihat kebawah dimana masih banyak orang-orang yang menderita disekeliling kita, 

Kata-kata penyemangat lainnya adalah "Allah bersama orang-orang bersabar" BUKANKAH  TIADA YANG LEBIH INDAH SAAT KITA DAPAT BERSAMA DZAT PEMILIK LANGIT DAN BUMI" 

Allah tidak pernah tidur, Allah tidak pernah lelah, cuma Allah yang mampu mengatasi segala kepilauan yang kita jalani. Jalur langit, jalur yang lebih cepat. Dekatkan dulu Allah agar segala persoalan lebih mudah dihadapi, mungkin aku belum menemukan ending dari cerita ini tapi satu hal yang harus diketahui ketenangan hati serta ketentramanan hati lebih nyaman dari segala yang aku inginkan dari happy ending kepilauan ini. Allah... Allah lagi Allah terus cuma Allah.