
Berawal dari 42 orang terpilih berkumpul dalam majlis yang sama. Namun, satu demi satupun berguguguran hingga genap 39 oramg.
Mereka mendapat bimbingan dari 3 serangkai, 4 serangkai dan 2 bersaudara.
Pada tahun pertama mereka begitu hebat dapat memikat hati para pembimbing mereka.
Itu pada tahun pertama !
Tahun kedua pun mereka mulai membuat ulah. Ditambah dengan kepergian 4 serangkai dan 2 bersaudara juga 3 serangkai yang tak dapat tinggal menetap lagi. Mereka berguguran karena harus melanjutkan studynya dan ada pula yang harus tinggal bersama suaminya.
Tahun kedua dimana mereka merasa kehilangan sosok yang selama kemarin mereka amat benci. Mereka sungguh menyesal karena dahulu sempat membenci sosok yang seharus nggak mereka benci. Yang semestinya mereka saayangin karena sosoknya pengganti seorang ibu.
Penyesalan tinggalah kata. Semua harus menjalani lagi karena tak mungkin mereka terpuruk dan berhenti pada satu titik.
Ketika para pembimbing dulu mulai pergi peraturan pun mulai pergi berganti alih dan cukup aneh. Satu demi satu dari merekapun berani membuat ulah. Dan membuat para pembimbing bingung A P A M A U K A L I A N ? ?
Perubahan drastis yang terlihat pembimbing tetap membuatnya bingung. Percaya atau tidak disaat itu pulalah merasakan hangatnya kebersamaan. Indahnya diomelin sama-sama. Dan keadaan pun semakin membuat cuma T E M A N yang paling ngertiin aku.
Tak terasa akhirnya tahun terakhir mereka tinggal bersama. Rasanya begitu beda dan aneh, ketika segalanya menjadi yang terakhir di albinaa..
Meski pada awal tahun hati mereka benar-benar bertolak belakang dengan keadaan bahwaa mereka tidak boleh satu kamar lagi dalam artian kami harus berbaur dengan ade tingkat. Mungkin agak lebay tapi 2 tahun bersama kemudian dipisahkan begitu saja secara sepihak. Apakah nyaman bagi kami? Namun lagi-lagi mereka tak akan berhenti pada satu titik. Mau atau tidak mereka harus menjalani semuanya.
Kebersamaan semakin terasa didetik-detik perpisahan pada persiapan ujian. Merka benar-benar mereka, mereka berada dalam lingkup yang cukup luas dan hanyalah mereka disana. Bagaimana tak terasa semakin erat?
Dan sampailah pada klimaksnya hari ujian. Di hari-hari itu semakin terasa perjuangan yang dilakukan secara bersama-sama. Dan melepas penat ketika hari terakhir ujian.

Ketika harus berpisah pada saat yang tidak diharapkan. Yang menjadikan sebagai Hidup itu pilihan, sebagian dari mereka memilih berpisah dan melanjutkan ketempat yang insyaAllah tidak kaalah baiknya.

Itulah yang katanya "Setiap Ada Pertemuan Pasti Ada Perpisahan."
Aku pun merasa sangat kehilangan sosok mereka yang merindukan itu .
Tapi aku yakin nanti... kelak.. yang akan datang...
Kami pun akan berkumpul untuk menjadi bintang dilangit menghiasi dunia. Cahayanya dapat terangi hati yang kotor.
insyaAllah be a real muslimah :)
waktu bulan ramadhan ngadain iftar bareng :)
ketika udah mau pulang pas iedul adha poto-poto dulu :D
waktu lebaran iedul adha sempet ngumpul bareng lagi.