Minggu, 08 April 2018

KRISIS PERCAYA DIRI

Kadang kalanya ketidak percayaan diri itu perlu timbul dalam sebuah pencapaian. Dalam satu pengharapan ada baiknya menimbang-nimbang bagaimana kemungkinan terburuk itu datang. Ambisi boleh saja. Optimis tidak ada yang melarang. Husnudzon sama Allah kalo hasil yang bakal dicapai adalah yang teeeeeeeerrbaik. Jadi sebenernya jatohnya pasrah gitu. Bukannya mengajarjkan untuk pesisimis tapi Allah sendiri yang bilang

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ ١٥٩

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Jangan ngotot kaya apa yang kita mau. Toh semua juga Allah yang Maha Tahu.

#SelfReminder

Jumat, 23 Maret 2018

Mengenang Masa Lalu

Masa-masa SMP kala itu. Tiap adzan berkumandang harus siap-siap ngambil antrian buat wudhu dan bergegas lari ke mushola buat sholat berjamaah. Kalau dzuhur lumayan jarang masbuq seinget ingetan gua hehe. Soalnya pintu asrama(sakan) dikunci jadi gak bisa memalesan gitu ditempat tidur. Kalo bisa cepetan sholat dzhur biar bisa makan siang. Tapi kalo maghrib, apalgi waktu sore kelas 9 itu, dapet pendalaman materi jadi ada alesan belom sempet mandi sore dan agak telat-telat gitu buat dateng ke mesjid. Alesannya "abis pendalaman materi ustadzah"...

Kayaknyasi gua tercyduk (jaman smp belum keluar nih kata-kata tercyduk)  sama ustadzah gua. Entahyah emang godaan syaitan tuh buat gua. 🤤 Kayaknya beliau mergokin gua hampir sering banget masbuq, dan beliau tuh kaya bisa baca pikiran gua yang sebetulnya ada rasa males, mager, or anythingelse lah buat dateng ke mesjid atau kayaknya kok ini si Qonita emang kalo niat dateng ke mesjid gak mungkin telat mulu dong.

Akhirnya gua dipanggil, seinget gua sih bukan gua doang nih yang dipanggil waktu jaman itu wkwk. Gua juga lupa siapa orangnya. Tapi yang paling dan terpaling gua inget adalah kata-kata beliau dan pesan beliau "Antunna semua mau ana kasih iqob".. "eh bukan iqob deh iqob itu artinya dalam tafsir adalah siksaan, Yang berhak menyiksa diakhirat kekal hanya Alla ta'ala, jadi ana gak mau kasih iqob,ana mau kasih hadiah keantunna"

"Hadianya adalah Antunna semua hafalin annissa ayat 142 terus setoran ke ana abis sholat isya ini langsung setor" begitu pesan beliau.. 

Itu dipanggil ba'da maghrib gitu. Abis itu setoran deh kan setelah sholat isya. Abis itu suru baca artinya.....

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali."

Hal yang paling gak bisa dibantah dalam hati kalo ditegur lewat dalil jleb banget "antunna mau termasuk orang-orang munafik, malas ketika sholat ingin didirikan"
Pokoknya abis kejadian itu tobat sambelsih. Agak jarang masbuq dan emang usahain banget gak telat kalo bisa hehe.

Sebenernya ini juga sering banget dialamin sekarang2 ini sama diri ini. Kayaknya kok males banget mau sholat tepat waktu pdhl gak wajib kemesjid udah dikasih kemudahan. Terus tadi tilawah kebaca annissa 142 langsung ke inget pesan beliau💕. Terus coba-coba cari tafsirnya yang lebih dalam. Ketemulah ini :

Dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas. (An-Nisa: 142), hingga akhir ayat.
Demikianlah gambaran sifat orang-orang munafik dalam melakukan amal yang paling mulia lagi paling utama, yaitu salat. Jika mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan penuh kemalasan; karena tiada niat dan iman bagi mereka untuk melakukannya, tiada rasa takut, dan tidak memahami makna salat yang sesungguhnya.
Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari jalur Ubaidillah ibnu Zahr, dari Khalid ibnu Abu Imran, dari Ata ibnu Abu Rabah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, makruh bagi seseorang berdiri untuk salat dengan sikap yang malas, melainkan ia harus bangkit untuk menunaikannya dengan wajah yang berseri, hasrat yang besar, dan sangat gembira. Karena sesungguhnya dia akan bermunajat kepada Allah, dan sesungguhnya Allah berada di hadapannya, memberikan ampunan kepadanya jika dia berdoa kepada-Nya. Kemudian Ibnu Abbas r.a. membacakan firman Allah Swt.: Dan apabila mereka (orang-orang munafik) berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas. (An-Nisa: 142)
Hal yang semisal telah diriwayatkan melalui berbagai jalur dari Ibnu Abbas. Allahu a'lam bishowab.

hal ini menjadi refleksi bagi diri sendiri bangetsih bahwa sering kali masih lalai dalam menunaikan sholat bukan dengan wajah yang berseri dan hasrat yang besar serta sangat bergembira. Astagfirullohal'adzim.
Semoga kita semua bukan termasuk orang-orang munafik, naudzubillahimindzalik. Yuk sama sama semangat dalam menunaikan perintah Allah. Makasih ustadzah udah nyuruh ana ngapalin ayat ini. Jadi keinget lagi pesan2nya. Semoga ustadzah dalam lindungan Allah dan selalu diberkahi setiap langkahnya....

Rabu, 13 September 2017

BERDAMAI DENGAN TAKDIR

Apa yang telah terjadi semuanya adalah takdir Allah. Tidak ada hal yang kebetulan. Kita bisa apa ketika rencana Allah lebih indah dari apa yang manusia rencanakan? Ketika Allah benar-benar menetapkan garisnya jauh dari apa yang kita inginkan. Mungkin banyak juga yang tak sependapat dengan garis yang Allah takdirkan, banyak mengeluh ini dan itu. Banyak mengomentari seharusnya semua ini tidak akan pernah terjadi jika begini dan begitu. Banyak yang menggerutu harusnya aku bisa lebih dari ini. Tapi semua meleset tidak sesuai apa yang kita inginkan. Lalu kita bisa apa? Jika ketika berdamai dengan takdir adalah pilihan paling indah dari yang lain. Percaya saja tidak akan pernah ada orang yang sengaja menyakiti diri kita bahkan sengaja untuk mengecewakan kita karna dia tau betul betapa pedihnya ketika dikecewakan. Betapa sakitnya ketika apa yang diinginkan jauh sekali dari harapannya.  Karena dilain hal banyak sebab-sebab dari akibat yang terjadi sebagaimana manusia sangat banyak yang tidak ia ketahui. Kecuali Allah sang Maha Tahu. Ada berbagai hal yang mendasari seseorang mengambil keputusan hingga dia benar2 yakin dengan apa yang ia pilih. Terkadang yang tidak kita ketahui apa yang kita pilih mungkin juga sebagian dari rencana Allah. Qodarullohu masyaa faal. Sesungguhnya hanya karena Allah semua dapat terjadi. Allah aku akan selalu berusaha untuk selalu berdamai dengan takdir Mu.